pengetahuan lingkungan
Nama :
Kurnia Septiansyah
Kelas/NPM :3ID05/35414939
Tugas :
Pengetahuan Lingkungan
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR
PADA PT. SIDOMUNCUL
Diimulai pada tahun 1940 PT. SIDO
MUCUL berdiri di Yogyakata, yang dikelola oleh Ny. Rakhmat
Sullistio. Pada saat itu sido muncul
hanyalah sebuah bisnis rumahan yang dikelola secara sederhana, tetapi berkat
kegigihan mengembangkan usaha sukses ,aka sido muncul berubah dari tahun
ketahun menjadi perusahaan jamu berskala besar. Keluarga Ny. Rakhmat Sulistio
pada tahun 1952 berpindah dari Yogyakarta ke Semarang.
Setelah itu mereka mendirikan pabrik
jamu sederhana di kota Semarang dan ternyata produk jamu yang dihasilkan
mendapatkan sambutan baik dari masyarakat, karena semakin besarnya jangkauan
pemasarn jamu, maka modeernisasi pabrik juga merupakan suatu hal yang mendesak.
Pada tahun 1984, PT. SIDO MUNCUL memulai melakukan modemmisasi pabrik dan pada
tanggal 11 november 2000, pt.sido mucul meresmikan pabrik baru di ungaran yang
lebih luas dan modern. Selain itu PT. SIDO MUCUL memperoleh penghargaan dari
menteri kesehaan senagai cara pembuatan obat tradisional yang baik (CPOTB) dan
cara pembuatan obat obat yang baik (CPOB) selera dengan farmasi, dan
sertifikasi inilah yang menjadikan PT. SIDO MUNCUL sebagai satu-satunya pabrik
jamu berstandar farmasi. Pada tanggal 10 februari 2010 acara peletkan batu
pertama pembangunan pabrik bahan baku herbal seluas 3.000 m3.
Nama sido muncul diambil dari bahasa
jawa yang berarti impian yang terwujud yaitu terwujudnya cita-cita untuk
melestarikan resep-resep yang dimiliki dengan mendirikan perusahaan pembuatan
jamu.
Mengenai logo yang menjadi simbol pt
sido muncul berupa gambar seorang ibu dengan satu orang anak adalah gambar dari
Ny. Rkhmat Sulistio dan bapak Irwan Hidayat Sulistio merupakan pendiri jamu
sido muncul, sedangkan Irwan Hidayat adalah cucu dari Ny. Rakhmat Sulistio yang
pada saat itu baru berusia 4 tahun. Bapak Irwan Hidayat sejak tahun 1972
menjabat sebagai presiden Direktur PT. SIDO MUNCUL.
.
.
Pada saat ini PT. SIDO MUNCUL menggunakan kurang lebih 150 jenis bahan, bahan
tersebut meliputi rimpang, akar, daun, bunga, dan juga biji. Kesemua bahan baku
tersebut diperoleh dengan cara menanam dan mengembangkan tanaman yang
berkhasiat sebagai bahan obat. PT. SIDO MUNCUL menanamnya sendiri diperkebunan
dan kerjasama dengan para petani dalam bentuk kemitraan. Selain itu, PT. SIDO
MUNCUL memperoleh bahan baku dengan cara mengimpor jamu yang tidak diperoleh di
Indonesia. Disamping itu, sebagian besar bahan baku daerah jawa tengah. Hal ini
disebabkan karena kualitas produk bahna baku dari daerah tersebut sangat baik
dan sesuai dengan standar kuualitas mutu di PT. SIDO MUNCUL.
C. Jenis Limbah
secara umum limbah yang berasal dari
pt. sido muncul dibagi menjadi limbah padat dan limbah cair. Limbah padat anorganik
yang berasal dari sisa produksi jamu ini biasanya akan dibakar dengan mesin
insenerator. Hal ini dikarenakan kantong pembungkus produk tersebut dilapisi
oleh lapisan alumunium, sehingga untuk menghancurkannya diperlukan temperature
tinggi. Pada saat ini, temperature yang digunakan adalah 1200 c. PT. SIDO
MUNCUL saat ini memiliki instalasi insenarator yang memakai cerobong asap
siklon akan pembilasan asap dengan air sehingga proses pembakaran yang terjadi
tidak menimbulkan asap dan bau. Pada umumnya, limbah organik ini oleh PT. SIDO
MUNCUL dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organic. Limbah ini
dikelola dengan dengan cara compositing. Limbah-limbah ditampung dalam suatu
lahan dan didiamkan selama kurang lebih dua minggu. Proses penguraian atau
pengomposan dibantu dengan penguraian atau pengomposan dibantu dengan
mikroorganisme yang dikembangkan sendiri yaitu cacing Australia atau dengan
penambahan EM 4 (effective microorganism) sebagai activator untuk
mempercepat proses tersebut. Setelah 3-4 minggu, limbah bias langsung digunakan
sebagai pupuk tanaman obat disekitar pabrik dimana dalam penggunaannya ditambah
dengan jenis pupuk lain seperti pupuk urea.
Pencucuian mesin-mesin dan peralatan
pabrik, sisa-sisa pembersihan bahan baku. Biasanya limbah ini oleh pt. sido
muncul akan dinetralisir kembali sehingga dapat digunakan untuk proses produksi
kembali, tapi tidak untuk dikonsumsi. Limbah ini dialirkan ke instalasi
pengolahan air limbah (IPAL) untuk diendapkan sisa-sisa lumpur atau tanahnya. Air
yang sudah memenuhi syarat dialirkan langsungbke sungai dan juga dipakai untuk
air perkebunan yang ada di pabrik. Pengolahan limbah tersebut, baik padat
maupun cair ditangani secara langsung oleh divisi lingkungan dan proses.
Sebelum melakukan proses pengolahan, persediaan bahan baku disimpan di
gudang bahan baku. Di gudang bahan baku terdapat berbagai macam bahan yang akan
digunakan, diantaranya yaitu: laos, jahe, kunyit, lempuyang, kayu pasak bumi,
dan lain-lain. Bahan-bahan baku tersebut di datangkan dari berbagai daerah
antara lain daerah jawa tengah (Boyolali, Tawangmangu, Wonosobo), Kalimantan
dan daerah di seluruh wilayah Indonesia. Bahan baku diambil dari daerah atau
wilayah sekitar pabrik. Dan bahan baku yang diambil adalah bahan baku yang
dalam kondisi kering guna menyimpan yang lebih baik. Bahan bakupun didapat
dalam rentai pasar yang panjang sehingga harus dalam kondisi kering.
Setiap ada bahan baku yang baru datang, harus dicek terlebih dahulu
sebelum disimpan dalam gudang bahan baku. Pengecekan bahan baku dilakukan oleh
tim QC (TQC). Tim Usi ini mempunyai tiga tugas utama, yaitu:
Bersih disini bukan hanya bersih dari kotoran-kotoran yang terlihat oleh
mata (tanah, lumpur, kerikil, plastik), tetapi yang terpenting adalah bersih
dari bakteri-bakteri yang sifatnya merugikan.
Bahan baku tersebut kadar airnya tidak boleh lebih dari 10%. Apabila
lebih dari 10%, maka kandungan zat aktif dalam bahan baku akan sedikit.
Misalnya kunyit: jika banyak kandungan air, maka warna kuning pada olahan
sedikit berkurang.
Bahan-bahan baku tersebut akan diatur
di rak sesuai dengan jenisnya. Setiap rak diberi table bahan baku pada papan.
Proses penyimpanan dilakukan di gudang penyimpanan dan harus memenuhi syarat:
6. masuk dalam pengamatan tim pengendali
mutu, guna memastikan sudahkah bahan baku memenuhi standar.
Dalam
proses yang dilakukan diatas sebagian besar masih menggunakan jasa sumberdaya
manusia kerena dalam proses penyortiran akan lebih dapat dijamin kualitasnya
jika dilakukan dilakukan langsung oleh sumberdaya manusia. Namun dalam proses
pemotongannya dan pengeringan juga menggunakan alat-alat yang masih
tradisional. Selain menjaga kualitas digunakannya sumber daya manusia juga
bertujuan untuk mendayagunakan warga sekitar agar kualitas hidupnya lebih
terjamin dengan adanya lapangan pekerjaan.
Proses produksi jamu di pt. sido muncul ini yang pertama adalah
penerimaan bahan baku, bahan baku yang datang segera dicek QC (quality
control), setelah terbukti memenuhi standar permintaan dan standar penggunaan
kemudian bahan baku dimasukkan ke dalam gudang penyimpanan bahan baku. Bahan
baku yang akan dipakai diambil dari gudang penyimpanan bahan baku kemudian
disortasi, setelah disortasi kemudian bahan baku dicuci, dikeringkan, digiling,
baru kemidian dicampur (mixing).
Sesudah proses pencampuran selesai kemudian hasilnya dialirkan melalui
pipa-pipa untuk dilakukan proses pengemasan primer (packaging primer)
menggunakan mesin dua line dan delapan line. Kemudian masuk ke proses
pengemasan skunder (packaging skunder), disini produk yang sudah jadi
dicek kembali dengan cara uji sempel. Setelah selesai proses pengemasan skunder
kemudian produk siap untuk didistribusikan.
Komentar
Posting Komentar